[MOTIVASI] MENJADI BEDA TANPA RASA TAKUT



Apa yang terbesit pertama kali saat mendengar kata hijrah?


Hijrah dimaknai sebagai mengubah kondisi dari yang kurang baik menjadi baik. Dan begitulah kira-kira yang kita tahu selama ini. Menurut Syekh Ibnu Athaillah dalam kitabnya yang berjudul al Hakam, secara istilah hijrah diartikan sebagai upaya keras untuk memberikan hati dan jiwa kepada Allah Swt.. Sedangkan dalam konteks sejarah, hijrah yaitu kegiatan perpindahan Rasulullah Saw. dan para sahabat dari Mekah menuju Madinah dengan tujuan mempertahankan dan menegakan risalah berupa akidah dan syariat.


Namun seringkali kita bingung menjawab apa alasan kita berhijrah dan demikian pula kita luput dari apa alasan kita menegakkan syariat Allah Swt.?


Kebingungan itu justru lahir karna ketakutan kita sendiri, tak jarang kita yang masih ragu dalam berhijrah hanya karna alasan akan dijauhi oleh lingkungan atau pergaulan sebelumnya. Kita takut akan di cap sok alim padahal maksiat masih terus dijalani, belum lagi pikiran jika hijrah nanti rizki akan susah dicari, ujian-ujian yang pasti terus ada dan juga ketakutan-ketakutan lainnya.


Teman salihah, ingatlah janji Allah Swt. kepada orang-orang yang beriman,

"Barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki mau­pun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik." (QS. An- Nahl: 97)


Masihkah kita takut? Sedangkan Allah Swt. sudah menjanjikan bahwa Dia akan memberikan kehidupan yang baik bagi siapa saja yang beramal sholeh dengan kehidupan yang baik.


Kehidupan yang baik tak hanya soal rizki yang melimpah, tapi juga tentang rizki yang berkah, berteman dengan orang-orang yang juga melangkah dan belajar untuk mencari ridaNya, teman yang menggandeng dalam keistikamahan menjalankan syariatNya, saling mengingatkan dalam syukur dan sabar atas nikmat serta ujian yang diberikan.


Mengutip pernyataan dari Dr. Zaidul Akbar:

“Dan hidayah itu harus dijemput bukan ditunggu. Hidayah itu akan diberikanNya jika sang hamba bersungguh-sungguh mengejarnya dan jika hidayah itu sudah diberiNya maka dunia dan segala isinya tidak akan bisa dibandingkan dengan hidayah yang membuat hidupnya menjadi berharga.”


Teman salihah, mungkin banyak dari kita yang belum sadar bahwa Allah Swt. sudah memberikkan tanda-tanda hidayah kepada kita. Salah satunya melalui majelis ilmu. Majelis ilmu mengajarkan kita bagaimana menjadi muslim yang berani, muslim yang bangga akan identitasnya, muslim yang taat menjalankan perintah dan menjauhi larangannya, muslim yang tak hanya pandai teori namun juga ringan mengaplikasikannya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.


Teman salihah, tak perlu berkecil hati ketika kita menyadari bahwa masih bahwa banyak kekurangan dalam diri. Teruslah berusaha menjalankan syariatnya, teruslah berjalan, pelan tapi pasti, langkahmu tak harus terus sempurna, prosesmu tak harus selalu berhasil, kegagalan adalah bentuk muhasabah diri, temukan teman hijrahmu dengan terus meminta ridaNya. Semangat barakallahu fikum.


Dari aku teman hijrahmu.

Diah Ummu Akhtar

Amazing Muslim Realize

Tidak ada komentar:

Posting Komentar