PEMUDA ZAMAN INI MAU KEMANA?



Quarter life crisis istilah yang sering terdengar dikalangan pemuda. Keresahan tentang masalah hidup, kisah cinta atau mungkin cita-cita. Kebanyakan mereka hanya berpikir terkait dunia semata. Hanya beberapa yang khawatir mengenai akhlak pemuda yang kian hari semakin tak terkenali. Kenakalan remaja, seks bebas, minuman keras dan masih banyak lagi. 


Resah memang wajar, tapi apakah harus menyampingkan akidah dalam berpikir? Ironi, prinsip-prinsip yang keliru ini secara tidak langsung telah merasuk ke dalam pikiran pemuda. 


Sekarang ini banyak pemuda yang hilang jati diri. Bingung mau kemana, untuk apa mereka hidup dan akan jadi apa kelak ia di masa depan. Dan yang terpikir oleh mereka hanyalah bagaimana cara untuk mendapatkan uang lebih banyak setiap hari. 


Inilah fenomena kapitalisme yang secara tidak langsung sudah masuk ke dalam pikiran para pemuda, mereka yang duduk di bangku perkuliahan pun hanya memikirkan bagaimana mengembalikan modal (biaya pendidikan) yang telah ia keluarkan. Dengan menghitung digit demi digit angka pada lembaran uang kertas. Sehingga berekspektasi lebih terhadap gaji yang akan diterima dan melalaikan kewajibannya sebagai hamba. 


Dunia pendidikan dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi hanya berlomba-lomba mencetak insan yang dapat bersaing dalam dunia kerja. Akhlak dan kepedulian tentang agama tidak diterapkan secara menyeluruh. Akibatnya banyak pemuda menjadi pemimpin negara yang kemudian akhlaknya jauh dari ajaran agama. 


Dekat-dekat ini juga banyak berita beredar, seorang ayah kandung tega menyetubuhi anaknya sendiri. Miris! Seorang kepala keluarga yang malah merusak masa depan anaknya sendiri. Itulah sebabnya setan tak perlu lagi bersusah payah menggoda manusia. 


Manusia kini lebih buruk hati dan nuraninya daripada setan. Inilah buah dari pendidikan zaman ini yang membuat seseorang semakin jauh dari akhlakul karimah


Terkait quater life crisis dan kerisauan para pemuda tentang masa depan sesungguhnya telah tertulis dan dijelaskan dalam Alquran. 


"Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS Ali 'Imran [3] :173)


Jika kita berserah dan selalu melibatkan Allah Swt. dalam setiap langkah hidup kita InsyaaAllah hidup akan terasa ringan walaupun banyak rintangan di depan. Karena setiap hamba telah dituliskan takdir dan jalan hidupnya pada Lauhulmahfuz sebelum alam semesta ini diciptakan. Yakin dan selalu menempatkan Allah Swt. di atas segalanya adalah yang terbaik. 


Allah Swt. sebenar-benarnya pemberi petunjuk. InsyaAllah.



Penulis : Dessy Anggraini (Sobat AMAZE)

Amazing Muslim Realize

Tidak ada komentar:

Posting Komentar