[MOTIVASI] MENGIKAT KEBIASAAN



Ketika membahas tentang mengubah kebiasaan, pandangan orang akan mengarah pada hal-hal besar. Mereka menggantungkan harapan yang besar pada perubahan tersebut yang bahkan belum dilakukan. Tanpa usaha, niat saja tidaklah cukup untuk mengubahnya. Jika demikian yang ada hanyalah khayalan atau angan-angan yang entah kapan perubahan itu akan terjadi.


Ada pula seseorang dengan motivasi yang tinggi mendambakan sebuah perubahan. Kebiasaan baru dipaksa terbentuk dalam kurun waktu yang singkat. Apakah strategi seperti ini bisa bertahan lama? Sayangnya, tidak juga.


Dalam bukunya yang berjudul Atomic Habits, James Clear mendefinisikan kebiasaan sebagai rutinitas atau praktik yang dilakukan secara teratur; tanggapan otomatis terhadap situasi tertentu.


Perlu diketahui bahwa kebiasaan hanyalah buah dari perbaikan diri. Kebiasaan bukanlah pondasi dasar dari suatu perubahan, namun ia hanyalah rutinitas yang dihasilkan dari berbagai motivasi. Maka ketika seseorang memutuskan untuk mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, ia harus memiliki strategi dan motivasi yang kuat agar kebiasaan lama tidak kembali lagi.


Atomic Habits

Tidak ada perubahan besar yang luput dari perubahan-perubahan kecil. Perubahan besar lahir dari keputusan-keputusan kecil sebelumnya. Sekecil atom yang tidak dapat terbagi lagi. Maka kita tak boleh meremehkan rutinitas-rutinitas kecil yang mampu mengantarkan kita pada perbaikan diri.


Sesuai istilah yang diberikan oleh James Clear, “Atomic Habits”. Bagaimana perubahan kecil sedikit saja mampu untuk menghasilkan perbedaan besar. Ia mengibaratkannya dengan perubahan arah pesawat. Jika saja seorang pilot mengarahkan pesawatnya kearah 3,5 derajat ke selatan, maka ia akan mendapati sasaran landasan yang bukan lagi di titik 0 derajat. Ada celah antara titik mula dan titik setelah pilot mengubah arah pesawat. Inilah kontribusi atomic dalam membentuk habits.


Beruntungnya manusia yang dikehendaki oleh Allah Swt. sebagai seorang mukmin (orang yang beriman). Sebab dalam Islam ada banyak sekali kebiasaan baik. Dan ketika seorang mukmin menggunakan aturan-aturan Allah Swt. dalam segala rutinitasnya maka akan terbentuk kebiasaan-kebiasaan baik yang tidak pernah diajarkan oleh selain Islam.


Kebiasaan baik yang Allah Swt. ajarkan berupa fikih Islam sangat detail dan luas ilmunya. Maka, jika seorang muslim terbiasa melaksanakannya, ia tak’kan pernah merasa berat untuk membentuk kebiasaan baik yang baru.


Mendefinisikan Identitas

Ada banyak motivasi diri yang membawa seseorang pada perubahan. Terlepas apakah perubahan tersebut mampu bertahan dalam waktu yang lama atau hanya mampir sebagai angin lalu. Banyak orang memulai proses pengubahan kebiasaan dengan berfokus pada apa yang akan mereka raih. Motivasi seperti ini mengantarkan ia pada kebiasaan berbasis hasil.


Semestinya ketika seseorang memutuskan untuk berhijrah, mengubah cara pandangnya, berpindah tempat pergaulannya, mengadaptasi pemikiran baru yang lebih baik, meng-upgrade diri, ia membutuhkan motivasi lain yang lebih dari sekedar pengubahan. Alternatifnya adalah membangun identitas diri. Berfokus pada kita ingin menjadi sosok seperti apa. Jadikan kebiasaan sebagai bagian dari identitas diri.


Ciri khas yang menjadikan muslim berbeda dengan yang lain adalah bahwa semua tindakan atau aktivitasnya pada semua keadaan yang dihadapi bersumber dari iman. Kepercayaan tanpa keraguan selain disebut sebagai iman, juga disebut dengan kata akidah.


Secara bahasa akidah berasal dari kata benda عَÙ‚َدَ yang maknanya mengikat, menyimpulkan, menggabungkan, (sumber: almaany). Kata عَÙ‚َدَ jika berubah menjadi kata sifat berganti kata menjadi عَÙ‚ِÙŠْدَØ©. Artinya ketika seseorang sudah menyatakan dirinya beriman maka langkah selanjutnya adalah mengikat iman itu dengan akidah. Iman yang terikat kuat dengan akidah inilah yang akan membentuk identitas diri (prinsip). Sesuai dengan seruan Allah Swt. dalam QS. Ali Imran : 102.


ÙŠَٰٓØ£َÙŠُّÙ‡َا ٱلَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا۟ ٱتَّÙ‚ُوا۟ ٱللَّÙ‡َ Ø­َÙ‚َّ تُÙ‚َاتِÙ‡ِÛ¦ ÙˆَÙ„َا تَÙ…ُوتُÙ†َّ Ø¥ِÙ„َّا ÙˆَØ£َنتُÙ… Ù…ُّسْÙ„ِÙ…ُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”


Perubahan perilaku adalah perubahan identitas. Ada sejuta alasan untuk memulai kebiasaan baru karena motivasi, namun satu-satunya yang menjadikan istikamah adalah karena itu bagian dari identitas atau prinsip hidup.


Mengubah kebiasaan lama menuntut seseorang untuk meng-upgrade ilmu, sebab mustahil seorang terikat hanya pada satu versi identitas diri. Kemajuan menuntut diri untuk terus belajar menjadi versi terbaik diri kita dari yang lalu. Itulah sebabnya dalam Islam, Allah Swt. mewajibkan berthalabul ilmi dari buaian ibu hingga ke liang lahat. Karena Allah Swt. menginginkan kita hari ke hari menjadi pribadi yang lebih baik.

Amazing Muslim Realize

Tidak ada komentar:

Posting Komentar