Bumi ini masih digemparkan dengan pandemi covid-19 selama hampir dua tahun. Entah kapan berakhirnya. Begitu banyak orang terkasih yang Alloh Swt ambil untuk menghadapnya. Para ulama zuhud yang gencar menyuarakan aspirasi umat tanpa rasa takut posisinya dibabat.
Kini, siapa lagi yang akan melindungi umat saat satu persatu dari mereka diangkat?
Belum lagi ilmu yang mereka dapat apakah sudah sampai kepangkuan umat?
Banyaknya ulama yang
wafat harusnya menjadikan kita sadar betapa pentingnya literat. Membaca,
mencari ilmu dengan giat, mengisi waktu luang dengan menimba ilmu yang
bermanfaat. Tidak melulu soal keduniaan melainkan juga soal akhirat.
Tugas mereka didunia
telah usai, tinggal menunggu hisab. Tapi tidak dengan kita yang ditinggalkan. Begitu
banyak hal yang sepertinya baru atau sekadar ingin dilakukan.
Kayaknya baru kemarin memberanikan
diri untuk hijrah.
Kayaknya baru kemarin
belajar Islam kaffah.
Kayaknya baru kemarin
giat ibadah.
Kayaknya baru kemarin
mau berubah.
Tak peduli apakah covid nine teen suatu konspirasi. Satu yang pasti, pandemi
ini benar-benar menyadarkan betapa hanya kuasa Alloh Swt yang dapat membuat jiwa dan
raga terpisah.
Ya Rasulullah, kami rindu hingga hati ini tak kuat ingin mengadu. Saat pewaris para nabi diangkat ke pangkuan sang ilahi, jalan yang kami tempuh pun akan semakin terjal dan berduri. Mampukan kami memikul beratnya amanah yang gunung pun tak sudi.
Ya Rasulullah, sungguhpun kami tak rela saat bumi mati tanpa Islam dan Syaria.
Penulis : Riska Malinda
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar