Pandemi maksiat telah menyerang penduduk bumi bak keju yang dimakan ulat. Padahal amalan kita harus disiapkan sebagai bekal pertanggung jawabkan di akhirat.
Bagaimana cara kita sebagai remaja mengejar bahagia akhirat?
Salah satunya dengan meninggalkan maksiat. Kemaksiatan yang sering terjadi digolongan remaja adalah berpacaran. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahuanhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Allah Swt telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya: zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh kemaluannya.”
Dari hadits di atas sudah sangat jelas bahwa Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam menegaskan bahwa berpacaran adalah perzinaan dan dianggap sebagai perbuatan yang haram menurut syari'at Islam. Dan Allah Swt pun telah menjelaskan didalam Alquran surat Al Isra ayat 32 tentang larangan mendekati zina, yang artinya:
"Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
Dizaman yang serba canggih berpacaran di anggap perlombaan. Setiap remaja yang tidak berpacaran di bilang nggak laku dan kudet (kurang update).
Pasangan yang memiliki hubungan langgeng seringkali menganggap bahwa Allah Swt meridai hubungan mereka, tidakkah kalian berfikir jernih? Bagaimana Allah Swt meridai hubungan yang telah diharamkan-Nya?
Disisi lain, miris sekali dengan orangtua yang menyetujui hubungan haram tersebut bahkan menganggap hal itu sangatlah lumrah dikalangan remaja zaman sekarang.
Lagi pula berpacaran sama saja dengan proses memunafikkan diri kita sendiri. Bayangkan saja karena orang yang aslinya pelit, sedekah nggak mau, infak nggak pernah tapi seluruh jiwa raga, harta benda diserahkan ke pacarnya. Ada juga yang beralih lebih taat ke pacar ketimbang orang tua, na'udzubillah.
Pacaran itu buang-buang tenaga sekaligus buang-buang waktu. Dirimu hanya disibukkan untuk ngurusin anak orang yang bukan siapa-siapa. Waktumu terlalu berharga sobat! Jangan sampai masa muda dihabiskan dengan hanya memperbanyak dosa!
Jangan pula hawa nafsu yang berlapis dengan kata cinta kau terima percuma demi meneguk setetes kenikmatan dunia.
Wahai, wanita? kalian itu berharga, kalian adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Allah Swt telah memuliakan derajatmu sampai-sampai di telapak kakimu terdapat surga untuk anak-anakmu kelak. Apakah kalian tidak ingin melihat kedua orangtua kalian masuk surga dengan menggenggam tangan kalian? Pernahkan kalian membayangkan wajah yang keriput kembali tersenyum bangga kepada kalian?
Jangan kalian lupa bahwa kelak di akhirat semua yang kita lakukan di dunia akan di pertanggung jawabkan, sobat. Ayo! Sobat amaze jangan kalian mudah tenggelam dengan kemajuan zaman yang menyimpang dari syariat Islam.
Penulis : Salsya Dhea Adelia.
Editor : Riska Malinda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar