[NAFSIYAH] BELAJAR HIDUP SELARAS DENGAN ALAM



Bulan Ramadan adalah bulan ketika amal sholih manusia dilipat gandakan. Bulan dimana manusia berlomba-lomba beramal sholih, salah satu fenomena yang lagi ramai yaitu orang-orang berlomba berrbagi makanan.

Sayang beribu sayang, niat baik justru memunculkan permasalahn baru yang jarang disadari orang-orang, yaitu menumpuknya sampah dimana-mana. Tanpa kita sadari sampah-sampah yang ada disekitar kita muncul hasil dari aktivitas kita setiap hari. Faktanya setiap aktivitas yang kita lakukan setiap hari pasti menghasilkan sampah. Dari beberapa data TPA mengalami overload sampah selama ramadhan. Menurut petugas lingkungan hidup contoh dikawasan kalibata, Jakarta, sabtu (17/4) volume sampah pada bulan Ramadan meningkat sebesar 20% dibandingankan hari biasa. (Republik.co.id).

Bukankah sudah tertulis didalam Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 41,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Yaitu menerangkan bahwa Allah Swt menciptakan alam semesta dan segala isinya adalah untuk dimanfaatkan oleh manusia  demi kesejahteraan hidup dan kemakmurannya. Manusia diangkat sebagai khalifah di bumi yang diamanati menjaga kelestarian alam, maka jangan sampai rusak.

Masih banyak orang yang tidak peduli, mereka acuh terhadap kehadiran sampah disekeliling mereka. Dan tanpa kita sadari, banyak dari mereka yang menerima makanan membuang sampah disembarang tempat, bahkan ada dibeberapa daerah ditemukan sisa makanan, dan ada yang hanya mengambil lauk nya saja selanjutnya sisa nya diletakkan disembang tempat,, sedih sekali.

Jadi bagaimana solusinya?

-   Dimulai dari diri sendiri, kita yang sebagian besar menjadi konsumen harus sadar akan dampak sampah untuk jangka waktu yang panjang. Misal membawa tas belanja /wadah dari rumah ketika belanja, membawa peralatan makan sendiri, dan memisahkan sampah sesuai dengan jenis nya.

-   Mengedukasi masyarakat sekitar untuk menggalakan perubahan gaya hidup minim sampah, memilih barang yang akan dipakai/konsumsi agar tidak menjadi sampah baru.

-   Mengajak masyarakat sekitar/orang terdekat untuk memanfaatkan limbah. Misal membuat komunitas warga sekitar dengan mengumpulkan limbah-limbah rumah tangga seperti mengumpulkan limbah dapur misal minyak jelantah yang dapat diubah menjadi sabun, sisa-sisa sayuran/kulit buah yang dapat diubah menjadi pupuk organik.

-   Ketika mengadakan kegiatan berbagi makanan selipkan pesan hijau disetiap bungkus makanan yang kita bagikan, seperti mengajak untuk mencintai lingkungan dengan membuang sampah pada tempat nya, dan menghabiskan makanan.

-   Untuk para produsen yaitu pelaku usaha yang memproduksi barang yang menggunakan kemasan, dapat mendistribusikan barang menggunakan kemasan dengan menggunakan wadah yang dapat atau mudah diurai oleh proses alam dan yang menimbulkan sampah sesedikit mungkin.

-   Penyediaan fasilitas penampungan sampah agar masyarakat tidak membuang sampah disembarang tempat.

-   Dan pemerintah mengupayakan atau membuat kebijakan untuk menggalakan kantong plastik berbayar dan melakukan pembatasan menggunakan plastik.

Bukankah kebersihan sebagian dari iman? ketika kita mengajak orang terdekat kita untuk melakukan gaya hidup minim sampah , mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya sudah termasuk kita berdakwah ,karena selain mengajak untuk selalu berbuat baik antar manusia, kita juga mengajak berbuat baik kepada alam. Perbuatan kecil namun dampaknya besar, karena saat kita sadar tentang lingkungan maka banyak makhluk hidup terselamatkan, tidak terjadi banjir, jiwa dan harta terselamatkan, sungai-sungai tidak tercemar, ekosistem lingkungan tidak rusak. Bisa kita bayangankan sekarang berapa liter air sungai dan laut tercemar karena sampah.

Mendaur ulang sampah, sama artinya kita telah menahan sampah tadi sehingga tidak berdampak buruk untuk orang lain. Dan dengan mendaur ulang sampah, kita telah menjadikann produk itu kebentuk yang samaa, tetapi tidak sampai menimbulkan kerusakan untuk lingkungan ataupun orang  lain.

Banyak negara diluar sana saja bisa menjaga lingkungan sekitar, kenapa kita tidak? Yuk mulai dari diri kita, untuk mencintai , menjaga alam dan lingkungan sekitar kita yang sudah Allah berikan kepada kita.

Dan Allah Swt menyukai hal-hal yang indah.

Melakukan perubahan dimulai dari diri kita sendiri, kalau bukan dari diri kita, siapa lagi?


Penulis : Novikha Nur Khumala Dewi

Editor : Riska Malinda

Amazing Muslim Realize

Tidak ada komentar:

Posting Komentar