Bukankah sudah
tertulis didalam Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 41,
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ
اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ
يَرْجِعُوْنَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka
merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke
jalan yang benar)."
Yaitu menerangkan bahwa Allah Swt menciptakan
alam semesta dan segala isinya adalah untuk dimanfaatkan oleh manusia demi kesejahteraan hidup dan kemakmurannya.
Manusia diangkat sebagai khalifah di bumi yang diamanati menjaga kelestarian
alam, maka jangan sampai rusak.
Masih banyak orang yang tidak peduli, mereka
acuh terhadap kehadiran sampah disekeliling mereka. Dan tanpa kita sadari,
banyak dari mereka yang menerima makanan membuang sampah disembarang tempat,
bahkan ada dibeberapa daerah ditemukan sisa makanan, dan ada yang hanya mengambil
lauk nya saja selanjutnya sisa nya diletakkan disembang tempat,, sedih sekali.
Jadi bagaimana
solusinya?
- Dimulai dari diri sendiri, kita yang sebagian besar
menjadi konsumen harus sadar akan dampak sampah untuk jangka waktu yang
panjang. Misal membawa tas belanja /wadah dari rumah ketika belanja, membawa
peralatan makan sendiri, dan memisahkan sampah sesuai dengan jenis nya.
- Mengedukasi masyarakat sekitar untuk menggalakan
perubahan gaya hidup minim sampah, memilih barang yang akan dipakai/konsumsi
agar tidak menjadi sampah baru.
- Mengajak masyarakat sekitar/orang terdekat untuk
memanfaatkan limbah. Misal membuat komunitas warga sekitar dengan mengumpulkan
limbah-limbah rumah tangga seperti mengumpulkan limbah dapur misal minyak
jelantah yang dapat diubah menjadi sabun, sisa-sisa sayuran/kulit buah yang
dapat diubah menjadi pupuk organik.
- Ketika mengadakan kegiatan berbagi makanan selipkan
pesan hijau disetiap bungkus makanan yang kita bagikan, seperti mengajak untuk
mencintai lingkungan dengan membuang sampah pada tempat nya, dan menghabiskan
makanan.
- Untuk para produsen yaitu pelaku usaha yang
memproduksi barang yang menggunakan kemasan, dapat mendistribusikan barang menggunakan
kemasan dengan menggunakan wadah yang dapat atau mudah diurai oleh proses alam
dan yang menimbulkan sampah sesedikit mungkin.
- Penyediaan fasilitas penampungan sampah agar
masyarakat tidak membuang sampah disembarang tempat.
- Dan pemerintah mengupayakan atau membuat kebijakan
untuk menggalakan kantong plastik berbayar dan melakukan pembatasan menggunakan
plastik.
Bukankah
kebersihan sebagian dari iman? ketika kita mengajak orang terdekat kita untuk
melakukan gaya hidup minim sampah , mengingatkan untuk membuang sampah pada
tempatnya sudah termasuk kita berdakwah ,karena selain mengajak untuk selalu
berbuat baik antar manusia, kita juga mengajak berbuat baik kepada alam. Perbuatan
kecil namun dampaknya besar, karena saat kita sadar tentang lingkungan maka
banyak makhluk hidup terselamatkan, tidak terjadi banjir, jiwa dan harta terselamatkan,
sungai-sungai tidak tercemar, ekosistem lingkungan tidak rusak. Bisa kita
bayangankan sekarang berapa liter air sungai dan laut tercemar karena sampah.
Mendaur ulang
sampah, sama artinya kita telah menahan sampah tadi sehingga tidak berdampak buruk
untuk orang lain. Dan dengan mendaur ulang sampah, kita telah menjadikann
produk itu kebentuk yang samaa, tetapi tidak sampai menimbulkan kerusakan untuk
lingkungan ataupun orang lain.
Banyak negara
diluar sana saja bisa menjaga lingkungan sekitar, kenapa kita tidak? Yuk mulai
dari diri kita, untuk mencintai , menjaga alam dan lingkungan sekitar kita yang
sudah Allah berikan kepada kita.
Dan Allah Swt
menyukai hal-hal yang indah.
Melakukan perubahan dimulai dari diri kita sendiri, kalau bukan dari diri kita, siapa lagi?
Penulis :
Novikha Nur Khumala Dewi
Editor : Riska Malinda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar